Jalanan hari ini sangat padat, malam mulai memasuki pekarangan langit, bulan sabit mulai tampak bersinar. Dari pandangku kini semua nya nampak biasa saja, bahkan lampion-lampion yang menjadi alasan kita berada disini tampak tak semenarik itu, justru malah punggung tegap mu yang ada di depanku saat ini yang menjadi titik fokus ku sekarang.

Magelang malam ini akan sangat istimewa jika nanti ku ingat, bukan karena semangkuk soto ayam yang kita santap, bukan juga alun-alun kota yang penuh kelap-kelip lampu juga air mancurnya, tapi karena kamu ada di sini yang menjadikan sekeliling mu menjadi sangat menyenangkan.

Magelang akan penuh dengan rindu, mungkin langitnya yang jingga akan selalu masuk dalam kamera ponselku, juga semoga kamu yang tetap jadi objek utamanya.